Trending

Teror Pocong Kembali Gegerkan Kuningan, Warga Winduherang Mengaku Diteror hingga Pintu Rumah Digedor dan Ayam Raib


KUNINGAN – Setelah beberapa bulan terakhir isu teror pocong di sejumlah desa di Kabupaten Kuningan sempat menghebohkan masyarakat dan bahkan mendapat perhatian dari kepolisian yang menyatakan sejumlah kasus viral sebelumnya sebagai hoaks, kini keresahan serupa kembali muncul. Kali ini, warga RW 003 Kelurahan Winduherang, Kecamatan Cigugur, mengaku mengalami serangkaian kejadian misterius yang membuat mereka takut beraktivitas, terutama saat dini hari.

Bukan sekadar kabar dari mulut ke mulut, beberapa warga mengaku melihat langsung sosok berpakaian putih menyerupai pocong. Bahkan, ada yang menyebut sosok tersebut diduga merupakan manusia yang sengaja meneror warga.

Salah seorang warga, Nurhayani (40), seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan bubur ayam, menjadi salah satu saksi yang mengaku mengalami kejadian tersebut.

Profesi yang mengharuskannya bangun sejak dini hari membuat Nurhayani kerap beraktivitas sekitar pukul 04.00 WIB. Namun pada Selasa pekan lalu, rutinitas itu berubah menjadi pengalaman yang tidak akan mudah dilupakannya.

Saat sedang bersiap membuka usaha, pandangannya tertuju pada sosok berwarna putih yang berdiri tidak jauh dari rumahnya.

Awalnya ia mengira hanya salah lihat. Namun setelah memastikan hingga tiga kali, rasa penasaran berubah menjadi ketakutan.

"Awalnya saya kira bukan pocong. Pas saya pastiin lagi ternyata benar ada sosok putih. Saat itu saya jujur kaget dan ketakutan. Saya langsung lari masuk ke rumah lalu memberitahu orang tua," tuturnya kepada Infokuningan24, Rabu (15/7/2026).

Pengalaman mencekam itu ternyata tidak berhenti di situ.

Sekitar sepekan kemudian, tepatnya Senin dini hari sekitar pukul 05.00 WIB, Nurhayani kembali melihat sosok serupa. Kali ini posisinya berpindah, namun masih berada tidak jauh dari lokasi pertama.

Menurut pengakuannya, sosok tersebut bukan lagi menyerupai pocong, melainkan lebih mirip manusia tanpa mengenakan busana. Hal yang membuatnya semakin ketakutan adalah ketika sosok itu melambaikan tangan ke arahnya.

"Saya pikir sudah agak siang, tidak mungkin ada hantu. Tapi sosok itu muncul lagi. Kali ini seperti manusia dan tidak memakai busana apa pun. Dia melambaikan tangan ke arah saya. Saya langsung masuk ke rumah karena ketakutan," ungkapnya.

Nurhayani mengaku tidak ingin berspekulasi apakah sosok yang dilihatnya merupakan makhluk gaib atau manusia yang sengaja menyamar untuk menebar teror.

Namun yang pasti, kejadian tersebut membuat dirinya merasa tidak aman.

"Saya hanya berharap warga kembali mengaktifkan ronda malam. Saya tidak mau berspekulasi itu hantu atau manusia. Yang jelas saya merasa tidak nyaman dan merasa terancam," katanya.

Infokuningan24 kemudian menelusuri informasi tersebut kepada warga lain di lokasi yang sama.

Tak jauh dari rumah Nurhayani, Nurzaman (40) mengaku kehilangan empat ekor ayam pelung miliknya dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp700 ribu.

Ia menduga pencurian terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, bertepatan dengan munculnya laporan warga yang melihat sosok menyerupai pocong berkeliaran di lingkungan tersebut.

Salah satu saksi lainnya, Aziz (11), mengaku masih trauma setelah melihat sosok berpakaian putih yang mengetuk pintu rumahnya pada dini hari.

Saat mengintip dari balik pintu, ia melihat sosok tersebut diduga membawa benda menyerupai arit atau sabit.

Karena ketakutan, Aziz memilih tetap diam dan tidak berani membuka pintu maupun membangunkan orang tuanya.

"Putih-putih, terlihat seperti membawa arit. Tapi saya yakin itu orang karena jalannya biasa. Saya tidak berani buka pintu dan tidak berani membangunkan orang tua karena takut," ujarnya.

Tak hanya satu rumah, warga menyebut sosok tersebut juga sempat menggedor beberapa rumah lainnya pada malam yang sama.

Namun karena beredar informasi bahwa sosok itu membawa senjata tajam, tidak ada warga yang berani keluar rumah untuk memastikan siapa pelakunya.

Pascakejadian tersebut, warga secara swadaya mengaktifkan ronda malam selama tiga hari berturut-turut guna mengantisipasi kejadian serupa.

Menanggapi keresahan masyarakat, Ketua RW 003 Kelurahan Winduherang, Nono Warno, mengimbau seluruh warga agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan untuk membahas langkah-langkah pengamanan lingkungan.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu. Namun kewaspadaan harus ditingkatkan. Jika memang perlu, ronda malam akan kembali digalakkan agar keamanan dan kenyamanan warga tetap terjaga," ujarnya.

Meski berbagai spekulasi mulai bermunculan, hingga berita ini ditulis belum dapat dipastikan apakah sosok yang meresahkan warga tersebut merupakan pelaku kriminal yang sengaja menyamar untuk menakut-nakuti masyarakat atau hanya kesalahpahaman. Warga berharap aparat bersama pemerintah setempat segera melakukan penyelidikan agar keresahan yang berkembang tidak semakin meluas dan situasi lingkungan kembali kondusif. (Han)