Gerak Cepat Bunda PAUD Kuningan, Gizi Anak Jadi Prioritas Lewat GEMA TELMISU
KUNINGAN — Langkah awal yang tegas langsung ditunjukkan Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos. Tak sekadar seremonial, ia memilih turun langsung ke lapangan, menyisir lima kecamatan—Ciniru, Garawangi, Subang, Selajambe, dan Hantara—untuk memastikan wajah pendidikan anak usia dini benar-benar terpotret apa adanya.
Kunjungan ini bukan kunjungan biasa. Di ruang-ruang kelas Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB), Ela Helayati menatap lebih jauh dari sekadar proses belajar. Ia mengamati kualitas layanan, kondisi sarana prasarana, hingga satu hal yang kerap luput namun krusial: gizi anak.
Di titik inilah arah kebijakan mulai ditegaskan.
Melalui gerakan GEMA TELMISU (Gerakan Makan Telur dan Minum Susu), Bunda PAUD mendorong perubahan yang sederhana, tetapi berdampak besar. Telur dan susu—dua sumber protein yang terjangkau—diangkat menjadi simbol sekaligus solusi konkret dalam upaya membangun generasi sehat sejak usia dini.
“Anak-anak kita tidak cukup hanya kenyang, mereka harus bergizi. Dari situlah kecerdasan dan daya tahan mereka dibentuk,” tegasnya di sela kunjungan.
Pernyataan itu menjadi garis bawah dari satu pendekatan yang lebih luas: pendidikan anak usia dini tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus berpadu dengan kesehatan, gizi, perlindungan, dan keterlibatan keluarga. Dengan kata lain, PAUD bukan sekadar ruang belajar, melainkan fondasi masa depan.
Kehadiran Bunda PAUD bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan disambut hangat oleh guru, orang tua, hingga peserta didik. Namun di balik antusiasme itu, tersimpan pesan yang lebih dalam—bahwa tanggung jawab membangun generasi tidak bisa dibebankan pada sekolah semata.
GEMA TELMISU hadir sebagai pemantik kesadaran kolektif.
Gerakan ini menargetkan kebiasaan baru: anak-anak terbiasa mengonsumsi protein sejak dini, orang tua lebih peduli pada sarapan bergizi, dan lembaga pendidikan aktif mengintegrasikan aspek gizi dalam kegiatan harian. Dampaknya tidak main-main—mulai dari peningkatan daya tahan tubuh hingga pencegahan stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai daerah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan memastikan, program ini tidak akan berhenti pada tahap imbauan. Monitoring berkala, pendampingan teknis, hingga penguatan implementasi di lapangan telah disiapkan sebagai langkah lanjutan.
Artinya jelas: ini bukan kampanye sesaat, melainkan gerakan yang ingin berakar.
Ke depan, hasil kunjungan ini akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh. Strategi akan disusun, celah akan ditutup, dan intervensi akan diperkuat agar GEMA TELMISU tidak hanya hidup di atas kertas, tetapi benar-benar hadir di meja makan anak-anak Kuningan.
Pada akhirnya, pesan yang dibawa Bunda PAUD sederhana namun tajam: membangun daerah tidak dimulai dari gedung tinggi atau angka statistik, tetapi dari piring makan anak-anaknya.
Dan dari telur serta segelas susu, Kuningan sedang menulis masa depannya. (Red)


