Mengharukan, Anak Tuna Netra Belajar Mandiri Lewat Tadabur Alam di Hotel Purnama Mulia

 


KUNINGAN — Suasana penuh haru dan kebahagiaan terlihat di kolam renang Hotel Purnama Mulia, Sabtu (11/04/2026). Sebanyak 23 anak penyandang tuna netra dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuningan mengikuti kegiatan tadabur alam berupa berenang bersama, yang digagas oleh Rumah Sahabat Qur'an Kuningan - Netra Berkah Mandiri.

Kegiatan yang digelar ini menjadi momentum berharga bagi para peserta untuk menikmati pengalaman yang mungkin jarang mereka rasakan. Dari total 23 peserta, sebanyak 13 anak-anak dan 10 remaja tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi hari. Mereka tidak hanya berenang, tetapi juga mengikuti permainan edukatif seperti sambung ayat, yang semakin menambah keceriaan suasana.

Pembina kegiatan, Hj. Evi Sovia, mengungkapkan bahwa program pembelajaran di RSQ ini telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Ia mengaku terharu atas kepedulian pemilik hotel yang memberikan fasilitas secara gratis bagi anak-anak tuna netra tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan terharu. Anak-anak diberikan kesempatan berenang gratis, bahkan juga makan gratis. Ini sangat berarti bagi mereka,” ujarnya.


Lebih dari sekadar kegiatan rekreasi, Rumah Sahabat Qur’an juga menjalankan berbagai program pembinaan bagi anak-anak tuna netra, mulai dari pembelajaran braille, menghafal Al-Qur’an dengan tahsin, hingga pelatihan alat musik hadroh. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap akhir pekan dari pukul 08.00 hingga menjelang Dzuhur.

Menariknya, terdapat sepuluh guru tuna netra yang turut mengajar braille kepada para peserta. Program pembelajaran ini telah berjalan selama enam bulan dan diikuti oleh anak-anak dari jenjang kelas 1 SD hingga mahasiswa semester dua.

Meski berjalan konsisten selama tiga tahun, kegiatan ini diakui masih minim perhatian dari pemerintah daerah. Rumah Sahabat Qur’an juga belum memiliki donatur tetap, sehingga seluruh kegiatan berjalan dari bantuan sukarela yang bersifat tidak mengikat.

“Kami berharap ada perhatian lebih serius dari pemerintah daerah. Masih banyak anak tuna netra di Kabupaten Kuningan yang belum tersentuh pembinaan seperti ini,” ungkap Hj. Evi.


Sementara itu, pemilik Hotel Purnama Mulia, Adrian Purnama, menyebut kegiatan tersebut murni sebagai misi kemanusiaan tanpa kepentingan apa pun. Ia menuturkan, semangat berbagi sudah ditanamkan sejak lama oleh almarhum ayahnya, H. Acep Purnama.

“Ini hanya misi kemanusiaan. Dari dulu sejak tinggal di Bandung, saya sudah terbiasa dengan kegiatan sosial. Almarhum ayah saya mengajarkan untuk selalu berbagi dengan sesama,” katanya.

Di tengah keterbatasan, kebahagiaan sederhana terpancar dari wajah anak-anak tuna netra tersebut. Bagi mereka, kesempatan berenang, belajar, dan berkumpul bersama menjadi pengalaman yang penuh makna — sekaligus bukti bahwa kepedulian masih hidup di tengah masyarakat.

Harapan besar pun disematkan, agar lebih banyak pihak tergerak membantu. Sebab bagi Rumah Sahabat Qur’an, misi mereka sederhana namun mulia: mencetak generasi tuna netra yang mandiri, bermanfaat, dan mampu menjadi penghafal Al-Qur’an. (Han)