Ketika Sampah Cipari Menggunung, Pejabat Justru Berbeda Narasi

 


KUNINGAN — Polemik penumpukan sampah di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, yang sebelumnya menuai kritik masyarakat, kini mendapat respons dari berbagai pihak terkait. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan, pengelola Bank Sampah Induk (BSI) Cipari, hingga pemerintah kelurahan angkat bicara, masing-masing menyampaikan sudut pandang sekaligus langkah yang akan ditempuh.

Kepala Dinas LH Kuningan, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Kuningan, Andi, SE, MM, menyampaikan apresiasi terhadap kontrol sosial yang dilakukan masyarakat. Menurutnya, kritik publik justru menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem penanganan sampah.

“Terima kasih atas kontrol dari tokoh masyarakat. Ini menjadi evaluasi bagi kami untuk segera mencari solusi terbaik,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (28/02/2026). 

Ia menegaskan dirinya belum lama menjabat sebagai Kabid Persampahan sehingga memilih tidak menyinggung kebijakan pejabat sebelumnya. Fokus utamanya, kata dia, adalah percepatan penanganan kondisi di lapangan.

Sebagai langkah awal, Andi mengaku telah melakukan koordinasi sekaligus turun langsung ke lokasi guna memastikan penanganan berjalan.

Menurutnya, proses pengangkutan sebenarnya telah dilakukan. Pengangkutan sampah tercatat sudah berlangsung satu kali pada hari sebelumnya dan kembali dilakukan pada hari ini. Namun, keterbatasan tenaga operasional menjadi kendala.

“Bak armroll sudah dikosongkan dan diminta diisi kembali, tetapi petugas di lapangan hanya dua orang sehingga armroll harus kembali ke garasi. Jika sudah penuh, pengangkutan akan dilanjutkan setelah jadwal rutin di lokasi lain terpenuhi,” jelasnya.

BSI Cipari: Masalah Berawal dari Komitmen Pengangkutan

Di sisi lain, Ketua BSI Cipari, Yadi Karyadi, S.Pd, memilih tidak banyak berkomentar terkait polemik yang berkembang. Ia menegaskan pihaknya telah menjalankan tugas sesuai fungsi organisasi yang bersifat sosial dan berada di bawah naungan Kelurahan Cipari.

Namun, ia menyoroti pelaksanaan nota kesepahaman (MoU) antara Kelurahan Cipari dan DLH yang dinilai tidak berjalan sesuai komitmen.

Menurutnya, sejak April hingga November 2025, frekuensi pengangkutan sampah yang seharusnya dilakukan sebanyak 12 kali per bulan tidak terealisasi sepenuhnya.

“Faktanya pengangkutan hanya berlangsung sekitar sembilan kali dalam satu bulan, sementara beban retribusi yang harus dibayar tetap mengikuti kesepakatan awal,” ungkapnya.

Yadi mengaku pihaknya pernah mendatangi DLH dan bertemu dengan pejabat sebelumnya yang saat itu menjanjikan upaya penyelesaian, termasuk kemungkinan pengembalian retribusi yang tidak sesuai realisasi layanan. Namun hingga kini, kejelasan tersebut belum diterima, sementara pejabat terkait telah berganti.

Lurah Cipari Pilih Konsolidasi, Hindari Keputusan Sepihak

Sementara itu, Lurah Cipari, Sastiah, S.Sos, menyatakan pemerintah kelurahan akan menempuh langkah koordinatif dengan menggelar rapat bersama DLH, BSI, kecamatan, serta tokoh masyarakat guna mencari solusi bersama.

Ia memastikan penanganan darurat tetap berjalan melalui pengangkutan bertahap agar penumpukan tidak semakin parah.

“Pengangkutan sudah dilakukan satu kali dan besok akan dilanjutkan lagi, meskipun di luar jadwal rutin,” katanya.

Terkait polemik retribusi yang disebut tidak sebanding dengan realisasi pengangkutan, Sastiah memilih bersikap hati-hati. Ia mengaku baru beberapa bulan menjabat sehingga masih mempelajari dasar kebijakan yang telah berjalan sebelumnya.

“Saya hari ini melanjutkan kebijakan yang ada. Saya tidak ingin mengambil keputusan tanpa melihat fakta dan dasar perhitungannya terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurut analisanya, mekanisme pengembalian retribusi kemungkinan sulit dilakukan. Alternatif yang lebih realistis, kata dia, adalah pembahasan penambahan frekuensi pengangkutan sebagai bentuk penyesuaian layanan.

Ia menegaskan keputusan final akan diambil melalui musyawarah dalam rapat koordinasi agar tidak menimbulkan polemik baru di masyarakat.

Camat Cigugur Belum Berikan Tanggapan

Hingga berita ini diturunkan, Camat Cigugur belum memberikan respons maupun klarifikasi meski telah dihubungi oleh infokuningan24 untuk dimintai tanggapan terkait persoalan tersebut. (Han)