Warga Winduherang Tambal Jalan. Ini Respon Camat Cigugur
Camat Cigugur, Yono Rahmansah, S.STP., M.H, mengapresiasi semangat gotong royong warga meskipun aksi tersebut dilatarbelakangi rasa kecewa terhadap lambannya penanganan pemerintah daerah. Ia mengajak masyarakat untuk tetap bersabar sembari menunggu realisasi perbaikan.
Saat dihubungi awak media melalui pesan WhatsApp, Yono memberikan keterangan singkat.
“Insha Allah jalan yang rusak akan diperbaiki pada tahun 2026. Untuk jadwal pelaksanaannya, silakan dikonfirmasi langsung ke Dinas PUTR,” terangnya.
Senada dengan Camat, Plt. Lurah Winduherang, N. Dedeh Kurniasih, SE, turut menyampaikan apresiasi atas langkah gotong royong yang dilakukan warga, meski ia mengakui bahwa aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap minimnya perhatian pemerintah daerah.
Ditemui di ruang kerjanya, Jumat (09/01/2026), Dedeh menjelaskan bahwa perbaikan Jalan Ramajaksa sebenarnya telah diajukan oleh pihak kelurahan sejak tahun 2024. Namun hingga kini, usulan tersebut belum juga terealisasi.
“Jalan Ramajaksa sudah kami ajukan sejak 2024, tetapi sampai sekarang belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah daerah,” ungkapnya mengawali.
Ia mengakui, jalan tersebut tercatat sudah dua kali diperbaiki, namun seluruhnya merupakan hasil swadaya masyarakat, bukan bantuan dari pemerintah daerah. Perbaikan pertama dilakukan dengan penambalan, di mana pihak kelurahan turut membantu menyediakan semen. Sementara perbaikan terbaru berupa pengecoran jalan sepenuhnya atas inisiatif warga setempat.
“Untuk yang sekarang dilakukan pengecoran, itu murni inisiatif warga,” tambahnya.
Pihak kelurahan pun berharap agar pada tahun 2026, Jalan Ramajaksa benar-benar menjadi prioritas perbaikan. Dedeh menyebutkan, pada awal pekan mendatang pihaknya akan kembali mengajukan usulan ke Dinas PUTR.
“Hari Senin saya akan mengajukan kembali agar perbaikan Jalan Ramajaksa diprioritaskan, karena kondisinya memang sudah rusak parah,” katanya penuh harap.
Di tengah kekosongan jabatan lurah definitif pasca pensiun pada Desember 2025, Dedeh juga berharap Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat memberi perhatian lebih kepada Kelurahan Winduherang, tidak hanya pada sektor infrastruktur jalan.
Ia mengungkapkan, kelurahan tersebut telah lama mengajukan perbaikan kantor kelurahan yang kini kondisinya memprihatinkan, dengan banyak bagian atap yang bocor. Selain itu, sejak tahun 2019, Kelurahan Winduherang belum pernah menerima bantuan program rumah tidak layak huni (Rutilahu).
“Ajuan perbaikan kantor sudah lama kami sampaikan. Kondisi kantor saat ini banyak yang bocor. Sudah tiga kali pergantian lurah, tetapi belum juga mendapat respons dari pemerintah daerah,” pungkasnya. (/red)
