Pencurian Porang di Desa Singkup, 11 Warga Diamankan

 


KUNINGAN — Dugaan pencurian tanaman porang terjadi di Blok Kaliwon, Desa Singkup, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan, Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Sebanyak 11 orang yang diduga sebagai pelaku berhasil diamankan warga setelah kedapatan mencabut tanaman porang milik petani setempat.

Peristiwa tersebut bermula saat sejumlah warga melakukan pengecekan rutin di lahan pertanian. Namun, warga dibuat terkejut ketika mendapati tanaman porang milik petani telah dicabut dan sebagian sudah dimuat ke dalam kendaraan. Tanpa menunggu lama, warga langsung mengamankan para pelaku yang diketahui berasal dari Desa Longkewang, Kecamatan Ciniru.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, beberapa identitas pelaku di antaranya berinisial JN, HR, dan RS, sementara lainnya masih dalam pendataan. Para pelaku kemudian dibawa dan diamankan di Balai Desa Singkup sebelum akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Korban dalam kejadian tersebut diketahui merupakan tiga petani warga Desa Singkup, yakni Agus Sudarmadi, Jumar, dan Jali. Akibat kejadian itu, sekitar 200 pohon tanaman porang dilaporkan hilang dengan perkiraan kerugian mencapai Rp2 juta.

Saksi mata, Wisnu Saputra dan Achmad Yani, membenarkan bahwa pelaku tertangkap saat sedang mencabut tanaman. Warga pun sempat menahan pelaku guna menghindari potensi konflik yang lebih besar sebelum aparat kepolisian turun tangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa Longkewang. Saat InfoKuningan24 mencoba menghubungi melalui sambungan telepon, Kepala Desa Longkewang, Heriana hanya memberikan keterangan singkat bahwa dirinya mengamini kejadian tersebut dan tengah berada di Polsek Jalaksana untuk mendampingi warganya yang terlibat.

Pemerintah Desa Singkup sendiri telah mengambil sejumlah langkah cepat, di antaranya melakukan pengecekan lokasi, mengumpulkan keterangan korban dan saksi, melaporkan kejadian ke pihak kepolisian, serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan keamanan lingkungan.

Kasus ini pun menjadi sorotan karena memicu ketegangan antarwarga lintas desa, sekaligus menyoroti lemahnya pengawasan lahan pertanian yang rawan menjadi sasaran pencurian. Aparat kepolisian kini tengah mendalami motif serta kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus tersebut.

Situasi di lokasi kejadian saat ini terpantau kondusif, namun warga diminta tetap waspada dan tidak terpancing emosi sembari menunggu proses hukum berjalan. (Han)