Cipari Darurat Air Bersih, Warga Menanti Solusi Konkret

 


KUNINGAN — Sudah sekitar empat hari warga Kecamatan Cigugur, khususnya Kelurahan Cipari, mengalami krisis air bersih. Gangguan distribusi air terjadi setelah hujan disertai angin kencang melanda wilayah tersebut pekan lalu, yang menyebabkan jalur pompa mesin air terdampak longsor dan sejumlah instalasi mengalami kerusakan.

Akibatnya, aliran air bersih ke beberapa wilayah, terutama Cigugur dan Cipari, terhenti. Kondisi ini membuat warga harus mencari alternatif secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga Blok Sukamanah, Ilham (35), menyesalkan lambatnya penanganan terhadap gangguan tersebut. Menurutnya, masyarakat memahami bahwa kejadian ini merupakan musibah. Namun, warga tetap berharap adanya langkah konkret dari pihak terkait.

“Kami tahu ini musibah dan kami juga menerima informasi bahwa perbaikan sedang diupayakan. Tapi yang masyarakat harapkan adalah solusi nyata, baik dari PDAM maupun Pemerintah Kelurahan Cipari,” ujar Ilham, Kamis (2/4/2026).

Ia mengaku, selama empat hari terakhir warga kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan, warga terpaksa mengambil air dari Cibulakan atau memanfaatkan sumur milik warga lain secara bergantian.

Ilham juga membandingkan kondisi saat ini dengan kejadian serupa yang pernah terjadi sebelumnya. Saat itu, menurutnya, pihak PDAM sempat menurunkan mobil tangki air untuk membantu distribusi air bersih ke lingkungan warga.

“Dulu pernah seperti ini, tapi ada mobil tangki keliling. Sekarang sama sekali tidak ada. Begitu juga dari pihak kelurahan, belum terlihat ada upaya membantu. Apalagi lurahnya baru, tapi kami belum merasakan sentuhan nyata. Bagaimanapun beliau orang tua kami di lingkungan kelurahan, kami harap beliau mau melihat kondisi kami,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan warga Blok Sukarame, Vijar (38). Ia menilai, ketika terjadi gangguan distribusi, wilayah Cipari seharusnya menjadi prioritas perbaikan karena selain menjadi lokasi sumber mata air, juga merupakan wilayah terdekat dengan tangki penampungan.

“Kalau ada kendala, seharusnya yang diutamakan pemakai di wilayah Cipari. Jangan sampai wilayah Cipari trouble tapi wilayah kota atau daerah lain justru lancar,” ungkapnya.

Menurut Vijar, warga mulai kelelahan karena setiap hari harus mencari air di jam-jam krusial kebutuhan rumah tangga. Bahkan, untuk mendapatkan air, warga harus bergantian mengambil dari sumber alternatif yang tersedia.

“Kami sudah lelah. Saat kebutuhan air meningkat, kami harus mengambil dari Cibulakan atau sumur warga. Itu pun harus antre dan bergantian,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya langkah cepat dan solusi konkret dari pihak PDAM maupun Pemerintah Kelurahan Cipari agar krisis air bersih yang telah berlangsung empat hari ini segera teratasi. (Han)