Bangkit Setelah 12 Tahun Vakum, Viking Independent Kuningan Siap Satukan Kembali Bobotoh
KUNINGAN — Setelah lebih dari satu dekade mengalami masa vakum, semangat kebersamaan keluarga besar Viking Independent Kuningan (VIK) kembali menyala. Silaturahmi yang digelar di Kedai Ananda 72, Jalan Lingkar Timur, Sabtu (30/5/2026), menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali salah satu komunitas pendukung Persib Bandung yang pernah memiliki ratusan anggota di Kabupaten Kuningan.
Kegiatan tersebut dihadiri para anggota lama dan generasi baru VIK. Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari pemutihan Kartu Tanda Anggota (KTA) Viking Persib Club (VPC), pembentukan formatur struktur kepengurusan baru, persiapan Anniversary VIK ke-18 tahun, hingga persiapan mengikuti turnamen sepak bola dalam rangka Anniversary Gemilang Raya ke-12. Tak kalah penting, para anggota juga mendapatkan sosialisasi mengenai sistem tiket pertandingan Persib untuk musim kompetisi mendatang.
Ketua Umum Viking Independent Kuningan, Aris Doray, menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk mengonsolidasikan kembali kekuatan organisasi yang sempat berhenti beraktivitas sejak 2014.
"Acara ini lebih kepada silaturahmi. VIK diaktifkan kembali atas dorongan dari teman-teman di bawah. Dulu, saat Persib juara pada 2014, anggota VIK mencapai sekitar 500 orang. Setelah itu aktivitas organisasi vakum cukup lama," ujarnya.
Menurut Aris, pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari penjajakan menuju Rapat Besar Istimewa (RABIES) VIK yang direncanakan berlangsung pada Juni mendatang, sekaligus mempersiapkan peringatan hari jadi VIK ke-18 pada September 2026.
"Kami ingin memastikan seluruh rencana berjalan baik. Tahun ini fokus utama kami adalah merapikan kembali keanggotaan dan memfasilitasi teman-teman yang ingin menonton langsung pertandingan Persib di stadion," katanya.
Ia mengungkapkan, pihak Viking Persib Club di Bandung telah membuka ruang bagi Viking Independent Kuningan untuk kembali melakukan pendataan dan pendaftaran anggota secara resmi. Langkah itu dinilai penting agar seluruh anggota memiliki akses yang lebih tertib dan terorganisir dalam mendukung Persib secara langsung.
Semangat kebangkitan VIK juga mendapat dukungan dari para pendiri. Salah satu pendiri VIK, Abah Bilong, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya silaturahmi tersebut.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan VIK kembali berkibar di Kabupaten Kuningan, semakin kompak, dan mampu menyatukan lagi seluruh anggota yang selama ini tercerai-berai akibat vakum sejak 2014," tuturnya.
Dukungan serupa datang dari pengusaha Asep Aso, pemilik brand Asep Frozen Food (AFF) yang memiliki jaringan puluhan cabang frozen food di wilayah Ciayumajakuning. Sebagai bobotoh yang kerap menyaksikan langsung pertandingan Persib di stadion, ia menilai penataan kembali organisasi merupakan langkah yang tepat.
"Saya bangga bisa berkumpul lagi bersama keluarga besar VIK. Pemutihan KTA VPC sangat saya dukung karena akan membuat semuanya lebih tertib dan rapi saat menonton pertandingan langsung di stadion," ujarnya.
Asep juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung berbagai program dan kegiatan VIK ke depan, termasuk peringatan hari jadi organisasi maupun agenda-agenda lainnya.
"Saya siap membantu dan mendukung agar VIK bisa kembali besar. Semoga kegiatan terdekat, yaitu mengikuti turnamen sepak bola Anniversary Gemilang Raya ke-12, bisa menjadi awal kebangkitan dan mengharumkan kembali nama besar VIK," katanya.
Kebangkitan Viking Independent Kuningan bukan sekadar reuni para bobotoh. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi sinyal bahwa semangat solidaritas, loyalitas, dan kecintaan terhadap Persib Bandung masih hidup di Kabupaten Kuningan. Setelah vakum selama 12 tahun, VIK kini bersiap membuka lembaran baru untuk kembali menjadi rumah besar bagi para bobotoh di Kota Kuda. (Han)
