Kasdam III/Siliwangi Dorong Yonif TP 839 Jadi Kekuatan Tempur Sekaligus Penjaga Stabilitas Sosial
KUNINGAN — Langit Cilimus, Kabupaten Kuningan, siang itu dipenuhi atmosfer militer yang penuh wibawa. Helikopter Bell 412 milik TNI AD mendarat mulus di Lapangan Bola Kaliaren, Selasa (26/5/2026), membawa Wakil Panglima Kodam III/Siliwangi, Brigjen TNI Dr. Agus Bhakti, dalam kunjungan kerja strategis ke Markas Yonif TP 839/Satrya Abyakta di Desa Bandorasa Wetan.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Di balik penyambutan kehormatan, pengalungan bunga, hingga demonstrasi prajurit, tersimpan pesan besar tentang arah pembangunan kekuatan pertahanan wilayah di masa depan.
Didampingi sejumlah pejabat utama Kodam III/Siliwangi, Kasdam disambut langsung Danrem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, bersama jajaran petinggi Korem, Brigif, Kodim, hingga unsur Yonif TP 839/Satrya Abyakta.
Setibanya di Mayonif TP 839/Satrya Abyakta, Kasdam menerima jajar kehormatan dan menyaksikan demonstrasi kemampuan prajurit muda yang tengah dipersiapkan menjadi kekuatan strategis baru TNI AD di wilayah timur Jawa Barat. Meski satuan tersebut masih berada dalam tahap pembangunan dan penguatan pangkalan, semangat serta kesiapan prajurit mendapat apresiasi khusus dari Kasdam.
“Kami bangga dengan Yonif TP 839/Satrya Abyakta. Walaupun masih dalam tahap pembangunan, semangat, latihan, dan kesiapan prajurit sudah terlihat sangat baik,” tegas Brigjen Agus Bhakti dalam arahannya kepada seluruh anggota batalyon.
Tak hanya meninjau kondisi satuan dan menerima paparan Danyonif TP 839/SA, Kasdam juga melakukan penanaman pohon sebagai simbol pembangunan berkelanjutan serta penguatan ketahanan lingkungan di kawasan markas batalyon.
Namun, poin paling tajam dari kunjungan tersebut muncul saat Kasdam menegaskan bahwa ancaman terhadap bangsa saat ini tak lagi hanya berbentuk agresi bersenjata. Menurutnya, tantangan modern justru datang dari persoalan sosial, ekonomi, hingga degradasi budaya generasi muda.
“Konflik ketenagakerjaan, pertanian, perikanan, sampai pengaruh budaya asing terhadap generasi muda menjadi tantangan nyata. Karena itu, prajurit tidak cukup hanya kuat secara tempur, tetapi juga harus mampu hadir membantu masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Kasdam juga menekankan pentingnya pembangunan ketahanan pangan yang konkret dan terukur. Ia mengingatkan agar program ketahanan pangan di lingkungan TNI tidak berhenti sebatas simbolis atau pencitraan semata.
“Ketahanan pangan bukan sekadar pameran menanam cabai. Tetapi bagaimana kita benar-benar mampu bertani, berkebun, hingga budidaya ikan secara efektif dan berkelanjutan sehingga hasilnya nyata,” tandasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Yonif TP 839/Satrya Abyakta diproyeksikan bukan hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga motor penguatan wilayah, pembinaan masyarakat, dan penjaga stabilitas sosial di daerah.
Usai memberikan pengarahan dan makan siang bersama prajurit, Kasdam bersama rombongan meninggalkan Mayonif TP 839/Satrya Abyakta menuju titik pendaratan heli di Lapangan Kaliaren. Tepat pukul 15.05 WIB, helikopter Bell 412 kembali lepas landas menuju Lanud Husein Sastranegara Bandung, meninggalkan pesan tegas: pembangunan pertahanan masa depan tidak hanya dibangun dengan senjata, tetapi juga dengan kedisiplinan, ketahanan pangan, dan pengabdian nyata kepada rakyat. (Han)
