Dishub Kuningan Turun Tangan, Truk Bermuatan Air Mineral Diduga Jadi Pemicu Kerusakan Jalan Langseb


KUNINGAN — Keluhan warga terkait kerusakan ruas jalan di Desa Langseb, Kecamatan Lebakwangi, akhirnya mendapat respons serius dari Pemerintah Kabupaten Kuningan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan turun langsung melakukan monitoring dan peninjauan terhadap aktivitas mobilisasi air minum dalam kemasan yang menggunakan kendaraan bertonase besar dan diduga melebihi batas ketentuan muatan.

Peninjauan dilakukan pada Kamis (07/05/2026) di lokasi muat bongkar air mineral dalam kemasan di Desa Langseb. Aktivitas kendaraan besar yang hilir mudik di kawasan tersebut menjadi sorotan masyarakat karena dinilai mempercepat kerusakan jalan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, HM. Nurdijanto, SH., M.Si., memimpin langsung kunjungan bersama Kepala Bidang Lalu Lintas, Deden A. Sutanto. Dalam monitoring tersebut, Dishub melakukan pengecekan kondisi kendaraan sekaligus memberikan imbauan tegas kepada pihak manajemen perusahaan agar memperhatikan batas muatan kendaraan serta kesesuaian daya dukung jalan.


“Kerusakan jalan bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Kendaraan dengan muatan berlebih berpotensi mempercepat kerusakan badan jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan,” ujar Nurdijanto di sela peninjauan.

Warga sebelumnya mengeluhkan kondisi ruas jalan Langseb yang mulai mengalami kerusakan di sejumlah titik. Mereka menduga intensitas kendaraan berat pengangkut air mineral menjadi salah satu faktor utama penyebab cepat menurunnya kualitas jalan.

Dishub menegaskan, pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban lalu lintas, melindungi infrastruktur daerah, sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tidak ingin persoalan over dimension over loading (ODOL) terus menjadi ancaman laten bagi jalan kabupaten. Sebab ketika jalan rusak akibat beban berlebih, masyarakatlah yang akhirnya menanggung dampaknya setiap hari. (Han)