PAM Tirta Kamuning Buka Suara Soal Pipa di Curug Tenjo
KUNINGAN - Menanggapi sorotan terkait keberadaan jalur pipa di kawasan Curug Tenjo, PAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan akhirnya angkat bicara.
Perusahaan daerah penyedia layanan air bersih itu menyatakan menyambut baik berbagai upaya masyarakat, pegiat lingkungan, hingga pemerintah dalam menjaga dan melestarikan kawasan Curug Tenjo yang belakangan kembali menjadi perhatian publik karena nilai sejarah, budaya, dan lingkungannya.
PAM Tirta Kamuning menegaskan, pada prinsipnya mendukung langkah penataan kawasan yang bertujuan menjaga kelestarian alam sekaligus mengangkat potensi wisata sejarah berbasis lingkungan di wilayah tersebut.
Direktur PAM Tirta Kamuning Dr. Ukas Suharfaputra, MP melalui Sub Divisi Humas PAM Tirta Kamuning menyampaikan, pihaknya terbuka untuk melakukan koordinasi dan duduk bersama dengan seluruh pihak terkait guna mencari solusi terbaik terkait keberadaan jalur pipa yang melintasi kawasan Curug Tenjo.
“Kami menyambut baik adanya semangat bersama dalam menjaga dan menata Curug Tenjo. Pada prinsipnya PAM Tirta Kamuning siap berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk membahas penataan kawasan, termasuk terkait jalur pipa, dengan tetap memperhatikan aspek pelayanan air bersih kepada masyarakat,” demikian disampaikan melalui Sub Divisi Humas PAM Tirta Kamuning, Jumat (29/5/2026).
Baca berita sebelumnya :
https://www.infokuningan24jam.com/2026/05/curug-tenjo-menanti-penataan-pam.html?m=1
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons atas sorotan sejumlah pegiat lingkungan yang menilai bentangan pipa di jalur menuju Curug Tenjo mengganggu estetika kawasan yang sedang didorong menjadi situs sejarah dan wisata berbasis kearifan lokal.
Meski demikian, PAM Tirta Kamuning menilai penataan kawasan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan komunikasi lintas sektor agar seluruh kepentingan dapat berjalan beriringan, baik aspek pelestarian lingkungan, sejarah kawasan, maupun keberlangsungan pelayanan publik bagi masyarakat.
PAM Tirta Kamuning juga berharap proses penataan Curug Tenjo dapat dilakukan secara matang, terencana, dan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk masyarakat sekitar, pemerintah daerah, pegiat lingkungan, hingga stakeholder lainnya.
Dengan mulai terbukanya ruang komunikasi tersebut, publik kini menanti langkah konkret penataan kawasan Curug Tenjo — sebuah lokasi yang diyakini menyimpan jejak penting lahirnya Kabupaten Kuningan, namun di sisi lain juga menghadapi tantangan penataan lingkungan dan infrastruktur yang tidak sederhana. (Han)
