Dugaan Pemalsuan Dapodik PPPK Memanas, Pendopo Kuningan Bakal Dikepung Massa
KUNINGAN – Gelombang protes terkait dugaan pemalsuan dokumen Dapodik dalam proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Kuningan belum mereda. Setelah menjadi sorotan publik dan viral dalam sepekan terakhir, persoalan tersebut kembali akan bergulir ke jalan.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Front Reformasi Total (FRONTAL) secara resmi telah melayangkan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa kepada Polres Kuningan. Aksi dijadwalkan berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026, mulai pukul 10.00 WIB, dengan titik kumpul di depan Pendopo Kabupaten Kuningan.
Dalam surat pemberitahuan tersebut, FRONTAL menyatakan aksi digelar sebagai bentuk tuntutan atas dugaan manipulasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dalam proses pengangkatan PPPK formasi guru kelas di SDN 1 Cijemit, Kecamatan Ciniru. Kasus yang ramai diperbincangkan masyarakat itu disebut telah merugikan dua guru perempuan yang diduga kehilangan haknya akibat perubahan data.
Tak hanya meminta agar dugaan pemalsuan tersebut diusut secara tuntas, massa aksi juga mendesak aparat penegak hukum menindak pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, mereka turut menuntut agar pengangkatan PPPK yang dipersoalkan dibatalkan apabila terbukti terjadi pelanggaran.
Dalam surat yang ditandatangani Ketua FRONTAL, Uha Juhana, panitia aksi juga meminta kehadiran sejumlah pejabat untuk memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat. Mereka antara lain Bupati Kuningan selaku mantan Ketua Panitia Seleksi PPPK, Sekretaris Daerah yang saat itu menjabat Kepala Dinas Pendidikan, Inspektur Inspektorat, Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Pendidikan, hingga Operator Dapodik Dinas Pendidikan.
FRONTAL memperkirakan sekitar 500 peserta dari gabungan masyarakat Kecamatan Ciniru akan mengikuti aksi tersebut.
Aksi pada 6 Juli mendatang diperkirakan akan kembali menyita perhatian publik, mengingat polemik dugaan manipulasi Dapodik dalam seleksi PPPK masih menjadi isu hangat yang memantik berbagai reaksi di tengah masyarakat. (Han)
