KKN Desa Selajambe 2026 Bersama UM Kuningan Dorong Lahirnya Atlet Tenis Meja Berprestasi dari Desa
KUNINGAN – Semangat membangun generasi muda melalui olahraga terus digaungkan oleh Kelompok KKN Desa Selajambe 2026 Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan). Bersama Komunitas Tenis Meja Desa Selajambe, para mahasiswa turut berpartisipasi dalam kegiatan pembinaan atlet usia dini hingga remaja yang rutin dilaksanakan di Gedung PGRI Desa Selajambe.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa olahraga bukan sekadar sarana meraih prestasi, tetapi juga media efektif dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta mental juang generasi muda. Komunitas Tenis Meja Desa Selajambe sendiri telah lama menjadi wadah pembinaan bagi anak-anak mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 SD, kalangan remaja, hingga masyarakat umum yang memiliki minat terhadap olahraga tenis meja.
Di bawah arahan Coach Sahidin, latihan rutin digelar setiap Senin, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Konsistensi tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Sejumlah atlet binaan komunitas telah berhasil mengukir prestasi pada berbagai kejuaraan tingkat kecamatan hingga kabupaten, membuktikan bahwa potensi atlet berbakat juga lahir dari desa.
Mahasiswi Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas Muhammadiyah Kuningan, Cintya Dewiningtias, mengapresiasi semangat para peserta latihan yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Menurutnya, pembinaan olahraga sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sekaligus menjadi investasi bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi di masa depan.
"Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar teknik bermain tenis meja, tetapi juga belajar disiplin, sportivitas, tanggung jawab, dan kerja sama. Ini merupakan fondasi penting untuk mencetak generasi yang sehat, berkarakter, dan berprestasi," ujar Cintya.
Sementara itu, Coach Sahidin menegaskan bahwa komunitas yang dibangunnya tidak hanya mengejar kemenangan dalam pertandingan, tetapi juga berkomitmen membentuk pribadi-pribadi tangguh yang mampu membawa nama baik Desa Selajambe.
"Harapan kami, Gedung PGRI ini menjadi tempat lahirnya atlet-atlet hebat yang rendah hati, disiplin, dan memiliki semangat pantang menyerah. Kami ingin anak-anak Selajambe percaya bahwa dari desa pun mereka bisa menembus tingkat nasional. Semoga ke depan semakin banyak lagi nama Selajambe yang harum di dunia tenis meja," ungkapnya.
Lebih dari sekadar tempat berlatih, Komunitas Tenis Meja Desa Selajambe memiliki misi besar, yakni menyediakan wadah pembinaan usia dini, melanjutkan tradisi mencetak atlet berprestasi, menanamkan nilai-nilai sportivitas dan kerja keras, menghadirkan aktivitas positif bagi generasi muda, serta mengharumkan nama Desa Selajambe melalui prestasi olahraga.
Melalui sinergi antara pelatih, orang tua, masyarakat, dan mahasiswa KKN Desa Selajambe 2026 Universitas Muhammadiyah Kuningan, optimisme untuk melahirkan atlet-atlet tenis meja berkelas nasional bahkan internasional semakin terbuka lebar. Dari sebuah desa yang sederhana, mimpi besar terus dipupuk—bahwa kerja keras, pembinaan yang konsisten, dan semangat pantang menyerah mampu melahirkan juara yang membanggakan bangsa. (Han)
