7.000 Relawan SPPG dan Orang Tua Siswa Siap Pasang Badan Sambut Aksi LSM Frontal di Pendopo Kuningan


KUNINGAN — Rencana penolakan dan tuntutan penutupan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh LSM Frontal di Kabupaten Kuningan mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan masyarakat. 

Sebanyak 7.000 relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Kuningan, bersama elemen masyarakat dan orang tua siswa penerima manfaat, menyatakan siap turun ke jalan untuk menyambut aksi unjuk rasa tersebut.

Langkah ini diambil sebagai bentuk pertahanan atas keberlangsungan program gizi anak serta sumber mata pencaharian ribuan warga yang menggantungkan hidupnya pada fasilitas dapur MBG di 157 titik se-Kabupaten Kuningan.

Perwakilan orang tua siswa penerima manfaat, Umi Salamah, menegaskan bahwa para orang tua tidak akan tinggal diam jika program yang dirasakan langsung manfaatnya oleh anak-anak mereka diusik oleh pihak-pihak tertentu.

"Kami akan menjadi garda terdepan untuk membela program ini. Apa yang sudah LSM berikan untuk Kuningan? Apa yang sudah LSM Frontal berikan untuk warga di lingkungan rumahnya sendiri?" ujar Umi Salamah dengan nada tegas saat ditemui wartawan, Jumat (23/10/2026).

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Relawan, Dede, yang mengomandoi ribuan relawan SPPG menegaskan bahwa rencana penutupan dapur MBG secara sepihak sangat merugikan para pekerja dan masyarakat kecil.

Dede menantang LSM Frontal untuk memberikan solusi konkrit atas dampak ekonomi yang ditimbulkan jika tuntutan mereka dikabulkan.

"Silakan LSM Frontal menutup semua SPPG di Kabupaten Kuningan, asalkan mereka mampu memberikan kami lapangan pekerjaan baru dan membiayai hidup keluarga kami selama kami menganggur. Kami tidak pernah takut kalau sudah menyangkut urusan perut. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung," tegas Dede.

Aksi tandingan dan dukungan terhadap keberlangsungan Dapur MBG ini direncanakan berlangsung bertepatan dengan aksi LSM Frontal pada Senin, 26 Oktober 2026, di depan Kantor Pendopo Bupati Kuningan.

Para relawan menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar pemenuhan gizi anak bangsa, melainkan juga bentuk investasi masa depan serta penopang ekonomi keluarga para pekerja dan relawan lokal di Kuningan. (red)