Kuningan Tak Lagi Sekadar Persinggahan, Kunjungan Wisatawan Melonjak 38 Persen
KUNINGAN — Sektor pariwisata Kabupaten Kuningan menunjukkan tren positif. Jumlah kunjungan wisatawan pada semester pertama 2026 tercatat mengalami peningkatan sebesar 38 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu indikator kinerja sekaligus tantangan bagi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan untuk terus memperkuat promosi, memperluas jangkauan informasi destinasi, serta memastikan data kunjungan wisatawan dapat terekam dengan baik.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disporapar Kabupaten Kuningan, Ahmad Jajuli, S.Kom., mengatakan data kunjungan menjadi salah satu ukuran penting dalam melihat keberhasilan sektor pariwisata daerah.
Hal itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/8/2026).
“Selama ini kita diminta terus data kunjungan. Karena salah satu keberhasilan bidang pariwisata itu output-nya di data kunjungan. Kalau data kunjungannya tinggi, berarti kita berhasil merangsang wisatawan datang ke Kuningan,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kunjungan tidak terlepas dari berbagai strategi promosi yang dilakukan Disporapar. Selain mengoptimalkan promosi melalui media digital, pihaknya juga telah menghadirkan platform Explore Kuningan sebagai salah satu instrumen promosi sekaligus sumber informasi bagi wisatawan.
Platform tersebut diluncurkan pada 2025 dan kini telah menghimpun sekitar 88 destinasi wisata yang siap mempromosikan potensi masing-masing. Tidak hanya destinasi wisata, sejumlah pelaku usaha kuliner juga telah bergabung di dalamnya.
“Alhamdulillah sudah banyak yang bergabung, kurang lebih 88 destinasi wisata yang sudah siap mereka promosikan. Kuliner juga sudah banyak bergabung,” katanya.
Ia mengajak masyarakat maupun wisatawan yang tengah merencanakan perjalanan ke Kuningan untuk memanfaatkan platform tersebut. Melalui Explore Kuningan, wisatawan dapat memperoleh berbagai informasi mengenai destinasi wisata unggulan yang tersedia di Kabupaten Kuningan.
“Bagi wisatawan yang ingin berwisata ke Kuningan dan ingin merencanakan liburan ke Kuningan, coba download dulu Explore Kuningan di App Store dan Play Store. Di sana banyak tersedia informasi destinasi wisata unggulan Kabupaten Kuningan,” tuturnya.
Bukan Sekadar Promosi
Menurutnya, Explore Kuningan tidak hanya berfungsi sebagai etalase digital pariwisata daerah. Platform tersebut juga memberikan ruang kepada pengelola destinasi dan pelaku usaha untuk melakukan promosi secara lebih mandiri.
Para pengelola yang telah mendapatkan akun dapat mengunggah foto-foto terbaik destinasi, mencantumkan harga tiket, hingga memasukkan informasi harga makanan atau produk kuliner yang ditawarkan.
Dengan pola tersebut, promosi pariwisata diharapkan tidak lagi hanya bergantung pada pemerintah, tetapi turut digerakkan langsung oleh para pelaku wisata.
“Explore Kuningan salah satu media promosi. Mereka kita kasih akun dan sudah bisa mempunyai media promosi sendiri. Mereka bisa upload foto-foto terbaik, harga tiket, harga makanan atau kuliner,” jelasnya.
Di sisi lain, Disporapar juga terus melakukan penguatan sistem pendataan kunjungan wisatawan. Ia menyebut pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam merekam dan mengintegrasikan data kunjungan melalui sejumlah platform digital.
Di antaranya Kudaku yang merupakan platform milik Kabupaten Kuningan dan Kinanti yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Semua itu media untuk merekam data kunjungan,” katanya.
Kunjungan Naik 38 Persen
Ia menyebut peningkatan kunjungan wisatawan pada semester pertama 2026 menjadi sinyal positif bagi geliat pariwisata Kuningan.
Jika dibandingkan dengan semester pertama 2025, jumlah kunjungan wisatawan pada semester pertama 2026 mengalami kenaikan sebesar 38 persen.
“Kita mengalami kenaikan semester pertama. Semester pertama 2025 dan semester pertama 2026 mengalami kenaikan sebesar 38 persen,” ungkapnya.
Kendati demikian, Disporapar belum ingin berpuas diri. Ia berharap tren positif tersebut dapat terus berlanjut hingga akhir tahun sehingga capaian kunjungan wisatawan kembali meningkat saat memasuki penutupan semester kedua.
“Mudah-mudahan pas semester kedua tutup naik lagi,” ujarnya.
Fokus “Kuningan Melesat”
Ketika dikonfirmasi mengenai tagline “Kuningan Beu” yang sempat viral dan menjadi perbincangan publik, Ia memilih tidak memberikan komentar panjang.
Ia menegaskan, arah yang kini menjadi fokus pihaknya adalah semangat “Kuningan Melesat”, khususnya dalam mendorong sektor pariwisata agar terus berkembang.
“Ah, saya mah enggak berbicara ke sana. Sekarang mah fokus Kuningan Melesat — Pariwisata Melesat,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Disporapar ingin menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah dengan mengandalkan promosi digital, penguatan data, serta kolaborasi dengan para pelaku usaha dan pengelola destinasi.
Bersiap Sambut Seba Sapton
Selain menggenjot promosi destinasi, Disporapar juga tengah mempersiapkan sejumlah agenda pariwisata dan kebudayaan. Salah satunya Seba Sapton yang akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kuningan ke-528.
Event tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk kembali menarik perhatian wisatawan terhadap kekayaan budaya dan tradisi Kabupaten Kuningan.
Dengan kenaikan kunjungan sebesar 38 persen pada semester pertama, Disporapar kini menghadapi pekerjaan berikutnya: memastikan angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan menjadi cermin dari semakin kuatnya daya tarik Kuningan sebagai destinasi wisata.
Promosi diperkuat, data dibenahi, destinasi diberi ruang untuk tampil. Targetnya sederhana: wisatawan datang, tinggal lebih lama, membelanjakan uangnya di Kuningan, dan pulang membawa alasan untuk kembali. (Han)
