Bekas Galian Pipa PDAM Bikin Jalan Ramajaksa Hancur, Warga Tuntut Perbaikan Segera
KUNINGAN – Keluhan warga kembali mencuat terkait kondisi Jalan Ramajaksa di Kelurahan Winduherang, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Jalan yang sebelumnya mulus itu kini tampak rusak memanjang setelah dilakukan penggalian untuk penanaman pipa oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Kerusakan tersebut dikeluhkan warga karena hingga kini belum terlihat adanya upaya perbaikan dari pihak terkait, meskipun pekerjaan penanaman pipa sudah berlangsung cukup lama.
Salah seorang warga Winduherang, Mumu (45), mengungkapkan kekesalannya saat ditemui pada Sabtu (14/03/2026). Ia menunjuk langsung bagian badan jalan yang terkelupas dan tidak rata akibat bekas galian.
“Dulu jalan ini bagus dan nyaman dilalui. Tapi setelah ada penggalian pipa PDAM, kondisinya jadi rusak seperti ini. Sampai sekarang belum juga diperbaiki,” keluhnya dengan nada kecewa.
Menurutnya, kerusakan tersebut tidak hanya terjadi di satu titik. Sepanjang Jalan Ramajaksa, bekas galian terlihat memanjang dan membuat permukaan jalan tidak lagi rata. Kondisi itu dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lainnya. Mereka menilai pihak pelaksana pekerjaan seharusnya bertanggung jawab untuk mengembalikan kondisi jalan seperti semula setelah proses penggalian selesai dilakukan.
“Kalau memang ada pekerjaan, warga tentu mendukung. Tapi setelah selesai digali, jalan juga harus diperbaiki. Jangan dibiarkan rusak seperti ini terlalu lama,” ujar seorang warga lainnya.
Berdasarkan pantauan warga, kerusakan badan jalan akibat galian pipa tersebut membentang kurang lebih sepanjang satu kilometer di ruas Jalan Ramajaksa. Selain membuat permukaan jalan terlihat tidak rapi, kondisi tersebut juga memicu genangan air di beberapa titik saat hujan turun.
Warga pun mendesak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk segera turun tangan melakukan perbaikan. Mereka berharap jalan yang menjadi akses penting masyarakat itu dapat kembali rapi, aman, dan nyaman untuk dilalui.
“Harapan kami sederhana, jalan ini segera diperbaiki. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut karena ini akses utama warga,” tegas Mumu.
Kini warga hanya bisa berharap ada respons cepat dari pihak terkait sebelum kerusakan semakin meluas dan menimbulkan risiko bagi para pengguna jalan. (Han)
