Ditunjuk dan Diteriaki Provokator, Ketua RW Alam Asri Mengaku Surat Warga Dilempar Kepala Desa Gereba
KUNINGAN – Suasana di lingkungan Alam Asri, Desa Gereba, Kecamatan Kramatmulya sempat memanas setelah Ketua RW 03, Arif B (57), mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Kepala Desa Gereba saat menjalankan tugas menyampaikan aspirasi warga.
Peristiwa tersebut bermula sekitar sepekan lalu ketika warga Alam Asri menggelar rapat atas inisiatif bersama. Pertemuan itu dilakukan lantaran komunikasi antara warga dan pemerintah desa dinilai tersendat, khususnya terkait informasi mengenai program KDMP yang akan dilaksanakan di wilayah mereka.
Dalam rapat tersebut, warga sepakat untuk melakukan audiensi dengan Kepala Desa guna meminta penjelasan secara langsung. Sebagai perwakilan, Ketua RW 03 Arif B ditugaskan untuk menyampaikan surat resmi dari warga Alam Asri kepada Kepala Desa Gereba.
Arif menjelaskan, saat itu dirinya datang ke kantor desa dengan itikad baik untuk menjalankan amanah warga.
“Saya datang ke kantor desa secara baik-baik. Bagaimanapun Pa Kuwu adalah atasan,” ujar Arif.
Namun situasi yang terjadi di luar dugaan. Saat menyerahkan surat tersebut, Arif mengaku mendapat respons yang tidak menyenangkan dari Kepala Desa.
Menurutnya, surat dari warga Alam Asri justru dilempar oleh Kepala Desa. Tidak hanya itu, Arif juga mengaku ditunjuk wajahnya sambil diteriaki sebagai provokator.
“Surat dari warga dilempar. Saya juga ditunjuk-tunjuk sambil diteriaki ‘kamu provokator, kamu provokator’,” ungkapnya.
Arif menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas sebagai perwakilan warga untuk menyampaikan surat permohonan audiensi.
“Di mana letak saya provokatornya? Saya hanya ditugaskan mengirimkan surat dari warga,” tegasnya.
Peristiwa tersebut kemudian memicu keprihatinan warga Alam Asri. Pada Sabtu (14/3/2026), puluhan warga mendatangi Kantor Desa Gereba untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Kepala Desa.
Perwakilan warga Alam Asri, Febi, menegaskan bahwa masyarakat pada dasarnya mendukung penuh program strategis nasional KDMP yang dinilai memiliki tujuan baik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Namun, menurutnya, yang menjadi persoalan adalah kurangnya komunikasi dan sosialisasi dari pemerintah desa kepada warga.
“Jangan benturkan kami sebagai warga dengan program KDMP. Sedikit pun kami tidak mempersoalkan program tersebut. Kami justru mendukung karena tujuannya baik,” ujar Febi.
Ia menambahkan, warga hanya berharap pemerintah desa dapat lebih menghargai masyarakat dengan mengedepankan komunikasi yang terbuka.
“Sosialisasi itu penting. Jangan tiba-tiba lingkungan kami kedatangan alat berat seperti mobil beko, sementara warga di sini tidak pernah diajak bicara sebelumnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Gereba, Sadi Kaswadi, saat dimintai keterangan terkait dugaan perlakuan tidak menyenangkan terhadap Ketua RW tersebut memilih tidak memberikan komentar panjang.
“Sudah kok, sudah islah tadi dengan Pa RW,” jawabnya singkat.
Meski demikian, peristiwa ini menjadi catatan penting bagi hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat, bahwa komunikasi yang baik menjadi kunci agar setiap program pembangunan dapat berjalan tanpa menimbulkan kesalahpahaman di tengah warga. (Han)
