Santri Al-Ashri Hidupkan Nilai Sedekah, Ratusan Takjil Dibagikan untuk Pengguna Jalan

 


KUNINGAN — Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah kembali hadir melalui aksi sosial para santri Pesantren Kilat (Sanlat) Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Ashri Perumahan Alam Asri, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Puluhan santri turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat, Sabtu sore (28/2/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Taman Cirendang tersebut berlangsung penuh antusias. Sebanyak 300 paket takjil yang telah disiapkan sebelumnya habis dibagikan hanya dalam hitungan menit kepada para pengguna jalan yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Koordinator Pengajar Sanlat Ramadhan 1447 Hijriyah DKM Al-Ashri, Rikaningsih, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran kegiatan sekaligus apresiasi terhadap para santri yang mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh semangat.

“Alhamdulillah, seluruh paket takjil telah tersalurkan kepada masyarakat. Terima kasih kepada anak-anak yang sudah tertib dan penuh tanggung jawab saat membagikan takjil di jalan raya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan berbagi tersebut bukan sekadar aksi sosial seremonial, melainkan bagian dari proses pembelajaran karakter yang ditanamkan selama kegiatan Sanlat berlangsung. Para santri diajak memahami nilai sedekah, infak, serta kepedulian sosial melalui praktik langsung di tengah masyarakat.

Menurutnya, paket takjil yang dibagikan berasal dari donasi para santri sendiri serta dukungan warga Perumahan Alam Asri yang turut berpartisipasi menyukseskan kegiatan Ramadhan tersebut.

Momentum Ramadhan, lanjutnya, menjadi ruang pendidikan spiritual yang efektif untuk menanamkan nilai kebaikan sejak dini. Melalui kegiatan berbagi, para santri diharapkan tidak hanya memahami ajaran secara teori, tetapi juga menghidupkannya dalam tindakan nyata.

“Kami berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun, sehingga semangat kepedulian dan kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Aksi sederhana namun sarat makna ini menjadi bukti bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menumbuhkan empati, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan kebaikan yang dirasakan bersama. (Han)