Pendukung Dian-Tuti Mulai Bersuara, Sadis Daftarkan Aksi Demo


KUNINGAN – Sebuah dinamika politik yang cukup menarik mewarnai Kabupaten Kuningan. Organisasi Sadulur Indonesia Satu (Sadis) Kabupaten Kuningan, yang sebelumnya dikenal sebagai bagian dari barisan pendukung pasangan Dian Rachmat Yanuar–Tuti Andriani pada Pilkada Kuningan 2024, kini bersiap menggelar aksi unjuk rasa terhadap pemerintahan yang pernah mereka perjuangkan.

Momentum itu terlihat saat Ketua Sadis Kabupaten Kuningan, Iwan Mabruri, mendatangi Ruang Satuan Intelkam Polres Kuningan pada Kamis (11/6/2026) untuk menyerahkan surat pemberitahuan aksi demonstrasi.

Namun, bukan hanya substansi tuntutannya yang menyita perhatian. Surat pemberitahuan bernomor 001/SADIS-6/2026 tersebut juga memuat keterangan jumlah peserta aksi yang terbilang unik, yakni “1 orang atau lebih.”

Meski jumlah massa yang dicantumkan sangat minimalis, rencana aksi itu tetap disiapkan dengan berbagai perlengkapan layaknya demonstrasi pada umumnya. Dalam surat tersebut disebutkan aksi akan diwarnai orasi dan pawai menggunakan toa, sound system, mobil pikap, hingga spanduk sebagai media penyampaian aspirasi.

Aksi yang dijadwalkan menyasar Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kuningan dan Pendopo Bupati Kuningan itu membawa sejumlah pesan yang cukup tajam. Salah satunya adalah ungkapan ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintahan Dian–Tuti yang saat ini memimpin Kabupaten Kuningan.

Selain itu, Sadis juga berencana mempertanyakan komitmen politik terhadap kelompok yang selama ini mengaku turut berjuang memenangkan pasangan tersebut pada Pilkada 2024. Mereka menilai ada hal-hal yang perlu dijelaskan secara terbuka terkait posisi dan nasib para pendukung pasca-kontestasi politik berakhir.

Fenomena ini menjadi menarik karena memperlihatkan adanya perubahan sikap dari kelompok yang sebelumnya berada dalam lingkar dukungan politik. Jika saat masa Pilkada mereka hadir sebagai mesin pemenangan, kini mereka bersiap tampil sebagai kelompok penekan yang mengatasnamakan aspirasi dan rasa kecewa.

“Alhamdulillah, surat pemberitahuan demo sudah saya sampaikan ke Sat Intelkam Polres Kuningan. Keadilan harus disuarakan dan wajib ditegakkan,” ujar Ketua Sadis Kabupaten Kuningan, Iwan Mabruri, saat dikonfirmasi terkait rencana aksi tersebut.

Rencana demonstrasi ini diperkirakan akan menjadi perhatian publik, bukan hanya karena substansi tuntutannya, tetapi juga karena pesan politik yang tersirat di baliknya: ketika loyalitas politik bertemu dengan realitas pemerintahan, dukungan bisa berubah menjadi kritik, bahkan perlawanan. (Han)